Mungkin teman-teman ada yang ingat, berbulan-bulan yang lalu ketika gue ingin sekali belajar ukulele dan akhirnya mendapatkan ukulele pertama hadiah dari Ibu dan Bapak. Gue masih ingat dengan jelas, waktu itu keinginannya begitu tiba-tiba, tanpa wangsit atau pertanda, hehehe, —pokoknya gue ingin bermain ukulele. Meski ini bukan alat musik pertama yang gue pelajari, tapi ukulele adalah alat musik pertama yang bikin kecanduan! Kalau dibandingkan, tangan gue sepertinya lebih sering nempel dengan ukulele dibandingkan dengan handphone. Well, mungkin karena bentuknya yang mini jadi lebih mudah dibawa-bawa dibanding dengan 2 alat musik yang gue pelajari lebih dulu, drum dan keyboard :p

Gue bermain ukulele karena menikmatinya, —gue happy saat sedang memainkan sesuatu meskipun itu random notes. Jadi kalau ada yang bertanya tentang apa tujuannya, gue nggak bisa jawab :] Meski begitu, saat ada yang notice dengan permainan gue tentu saja membuat senangnya jadi berkali-kali lipat. Gue anggap itu bonus, seperti saat salah satu radio di Meksiko memutar cover lagu “Velvet Underground” gue. Iya, yang pertama menemukan gue justru bukan dari negara sendiri. Lucu, ya? Hihihi. Dan bonus itu datang lagi beberapa waktu yang lalu, dan lagi-lagi bukan dari Indonesia. Kali ini dari Italy :]

Setelah membuat akun YouTube hanya untuk iseng, —literally—, gue akhirnya mulai mengisinya dengan video-video homemade, termasuk video saat bermain ukulele. Sejak itu gue mulai berkenalan dengan banyak teman baru, termasuk dengan Federico Borluzzi, seorang penyanyi, pemain musik, penulis lagu sekaligus busker yang berasal dari Italy. Gue senang sekali melihat video-videonya yang kreatif, apalagi yang diambil ketika ia busking di berbagai tempat :] Makanya waktu ia menawari untuk berkolaborasi rasanya gue terkejut sekaligus senang! Tanpa berlama-lama gue langsung mengiyakan tawarannya meskipun ini yang pertama kali.

Meskipun kami tinggal di 2 negara yang berbeda, —gue di Indonesia dan Federico di Italy, tapi prosesnya berjalan lancar. Soal pilihan lagu pun menjadi hal mudah karena kami mempunyai selera musik yang hampir sama. Bahkan jauh sebelum proses rekaman pun kami sama-sama sudah menentukan sebuah lagu, yaitu “Stand by Me” dari Ben. E King/John Lennon :] Yang sedikit tricky adalah saat gue harus mengira-ngira kapan part solo harmonica nya Federico. Gue mainkan ukulele di tengah lagu sambil berharap memberi waktu yang cukup agar part itu nggak terlalu pendek atau malah terlalu lama. Oh, iya karena belum punya peralatan yang memadai, rekaman dilakukan di ruang tamu saat tengah malam menggunakan handphone jadul andalan gue untuk meminimalisir suara berisik dari luar, —atau dari ruang TV, hihihi ;]

Kemarin video clip kolaborasi pertama kami akhirnya selesai dan gue sangat senang sekali dengan hasilnya. Rasanya ajaib mendengar suara dan permainan musik kami bersatu padahal merekamnya di tempat terpisah, hihihi. Thanks to internet yang membuat jarak Indonesia dan Italy hanya sejauh satu atau dua klik saja :] Well, semoga teman-teman juga menikmati kolaborasi ini, —dan yang tentu saja semoga kegembiraan kami waktu mengerjakannya juga bisa kalian rasakan! :]

that ukulele girl,

Indi

_______________________________________________________

Facebook: here | Twitter: here | Instagram: here | Contact person: 081322339469