Reporter: Venny Suryanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memperkirakan bahwa secara teknis Indonesia dapat memasuki zona resesi. Ini bisa terjadi jika realisasi pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua dan kuartal III-2020 berada pada level negatif.

Pemerintah juga memprediksi pertumbuhan ekonomi akan berada di kisaran 1,4% atau jika berada di zona negatif, realisasinya bisa mencapai -1,6%.

Menurut Institut Studi Strategis Universitas Kebangsaan, Eric Sugandi mengatakan, sangat sulit bagi Indonesia untuk menghindari zona resesi pada kuartal ketiga. Jika realisasi pertumbuhan ekonomi mengalami kontraksi pada kuartal kedua dan ketiga, Indonesia telah memasuki zona resesi.

Baca juga: Ekonom Bank Permata memperkirakan ekonomi Indonesia akan tumbuh negatif dalam dua kuartal mendatang

"Saya pikir sulit bagi Indonesia untuk menghindari resesi di kuartal kedua dan ketiga, karena ada kemungkinan bahwa kuartal-ke-kuartal PDB yang disesuaikan secara musiman akan tumbuh negatif," Eric menjelaskan kepada Kontan.co.id, Selasa (23/6) ).

Dia mengatakan, karena pandemi Covid-19 yang tak terduga, itu mengharuskan pemerintah untuk mengeluarkan kebijakan pembatasan sosial skala besar yang tentu saja akan menghambat kegiatan produksi dan konsumsi. "Tapi PSBB juga perlu dilakukan agar wabah ini bisa ditekan," tambahnya.

Jadi, pada kuartal ketiga dan keempat, pemerintah diharapkan membutuhkan strategi untuk keluar dari zona resesi dengan mempertahankan daya beli rumah tangga termasuk memberikan bantuan tunai langsung (BLT) dan tidak meningkatkan harga yang diatur untuk mengendalikan wabah Covid-19.

Untuk alasan ini, Eric memperkirakan bahwa pada kuartal ketiga perekonomian Indonesia akan tumbuh 2,5% qoq tidak disesuaikan secara musiman (NSA) atau -4,3% yoy.

Baca juga: Pengamat: Pemerintah perlu fokus melakukan pemulihan ekonomi untuk menghindari resesi

Sementara itu, pada kuartal keempat, ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada level 4,0% qoq nsa atau 1,3% yoy. Dengan catatan jika Covid-19 sudah mulai terkontrol dan jumlah kasus baru sudah mulai berkurang.

"Tahun penuh 2020 dikontrak pada -1,0% dan positif 4,8% pada 2021," pungkasnya.

DONASI, Dapatkan Voucher Gratis!

Dukungan Anda akan meningkatkan antusiasme kami untuk menyajikan artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terima kasih atas perhatian Anda, ada donasi gratis senilai voucher yang dapat digunakan untuk berbelanja Toko KONTAN.

<! –

-> <! –

Video Unggulan

-><! –

->
<! –

PERTUMBUHAN EKONOMI

(embed) https://www.youtube.com/watch?v= (/ embed)

->

Biarkan memblokir iklan! (Mengapa?)

Baca di sini: https://nasional.kontan.co.id/news/ekonom-iks-proyeksi-properteksi-pertonomi-q3-2020-terkcontract-43-yoy

Bagikan berita ini