Menteri Keuangan Sri Mulyani: Kita Dapat Mengalami Resesi Jika Ekonomi Berkembang Secara Negatif di Q2 dan III – Halo, pembaca Umpan Digital Indonesia, Dalam artikel yang Anda baca kali ini dengan judul Menteri Keuangan Sri Mulyani: Kita Dapat Mengalami Resesi Jika Ekonomi Bertumbuh Secara Negatif pada Kuartal Kedua dan Ketiga, kami telah menyiapkan artikel ini dengan baik untuk Anda untuk membaca dan mengambil informasi di dalamnya. semoga mengisi posting
Artikel Umpan Media ini dapat dipahami oleh Anda. Baiklah, selamat membaca.

Judul posting Umpan RSS: Menteri Keuangan Sri Mulyani: Kita Dapat Mengalami Resesi Jika Ekonomi Berkembang Secara Negatif di Q2 dan III
link: Menteri Keuangan Sri Mulyani: Kita Dapat Mengalami Resesi Jika Ekonomi Tumbuh Secara Negatif pada Kuartal 2 dan III

Baca juga

23 Juni 2020 pukul 09:51 Pakan Digital:

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani berharap bahwa kondisi ekonomi akibat dampak pandemi virus korona atau Covid-19 sudah mulai pulih pada kuartal ketiga dan keempat tahun 2020.

Estimasi ini didorong oleh mulai pelonggaran PSBB dan meningkatnya anggaran untuk penanganan Covid-19 untuk mendorong konsumsi.

Meski begitu, ia masih menyiapkan skenario terburuk jika pada 2020 itu tercatat negatif.

"Atau jika kita menggunakan skenario yang sangat buruk yang negatif (sepanjang tahun) mungkin
pada kuartal keempat pertumbuhannya sekitar 1 persen. Jadi, antara 1 persen hingga 3,4 persen, jadi
keseluruhan total pada tahun 2020 minus 0,4 persen menjadi 1 persen positif, "katanya selama pertemuan
dengan Komisi XI DPR, Senin (22/6/2020).

Dia memperkirakan bahwa ekonomi Indonesia dapat mengalami resesi jika mencatat pertumbuhan minus
dua perempat berturut-turut.

Baca: Presiden Jokowi Menyebut Pertumbuhan Ekonomi Saat Ini Lebih Berat dari Krisis 1998

"Proyeksi Kementerian Keuangan, jika kita berada di zona negatif, bisa jadi negatif 1,6 persen pada kuartal ketiga. Itulah yang saya sebutkan secara teknis kita bisa resesi jika kuartal kedua dan ketiga negatif," katanya .

Baca: Indonesia kehilangan daya beli sebesar Rp362 triliun karena pandemi Covid-19

Karena itu, katanya, pemerintah Indonesia sedang bekerja keras untuk mencoba pertumbuhan
ekonomi pada kuartal ketiga bisa di atas 0 persen.

"Kuartal ketiga tumbuh sebesar 1,4 persen menjadi minus 1,6 persen. Sementara itu, untuk kuartal keempat sejalan dengan percepatan pengeluaran pemerintah dan insentif bisnis yang sudah mulai terasa, kami memproyeksikan pertumbuhan berada di atas 3 persen yaitu 3,4 persen, "kata Sri Mulyani.

Sebut Masih yang Terbaik

Menteri Koordinator Bidang Kelautan dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ekonomi Indonesia masih merupakan yang terbaik jika dibandingkan dengan negara lain selama pandemi virus korona (Covid-19). Dia menyampaikan pernyataan ini saat Rapat Kerja dengan Badan Anggaran (Banggar) Parlemen Indonesia kemarin.

(embed) https://www.youtube.com/watch?v=heESsCwlDeg (/ embed) (konten tertanam)

Menurutnya, meski melambat akibat korona, kondisi ekonomi Indonesia mikro masih jauh lebih baik
dan makro.

"Saya pikir dibandingkan dengan negara lain, seperti komentar Bank Dunia, di antara negara-negara berkembang
pasar, Indonesia masih dianggap yang terbaik, baik (dalam hal) makro dan mikro, "kata Luhut.

Baca: Pria asal Lombok ini menikahi dua kekasihnya secara bersamaan, dua kali mengucapkan Ijab Qabul

Namun demikian, ia mengakui pandemi korona berdampak pada perlambatan tersebut
pertumbuhan ekonomi global, termasuk Indonesia.

Baca: Andre Rosiade Sarankan Firing, Arief Poyuono: Siapa Dia? Anak kemarin di sore hari di Gerindra

Bahkan prediksi pertumbuhan negatif pada kuartal kedua tahun ini, kata Luhut, juga disampaikan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani.

Baca: Smartphone dari Pasar Gelap Masih Dapat Digunakan Meskipun Aturan Pemblokiran IMEI, Inilah Alasannya

"Perlambatan ekonomi global memang terjadi pada Covid-19, jika kita melihatnya, kita memang tumbuh 2,97 persen. Bu Ani mengingatkan kita bahwa kita akan tumbuh negatif di Kuartal Kedua," kata Luhut.

Biarkan memblokir iklan! (Mengapa?)

Tribunnews.com

Demikianlah artikel Menteri Keuangan Sri Mulyani: Kita Dapat Mengalami Resesi jika Ekonomi Berkembang Secara Negatif di Kuartal Kedua dan Ketiga

Ini adalah artikel Menteri Keuangan Sri Mulyani: Kita Dapat Mengalami Resesi Jika Ekonomi Berkembang Secara Negatif pada Kuartal Kedua dan Ketiga kali ini, semoga bermanfaat bagi Anda semua. Baiklah, sampai jumpa di posting RSS berikutnya.

Anda sekarang membaca artikel itu Menteri Keuangan Sri Mulyani: Kita Dapat Mengalami Resesi Jika Ekonomi Berkembang Secara Negatif di Q2 dan III dengan alamat tautan https://subscribe-en.blogspot.com/2020/06/menkeu-sri-mulyani-kita-bisa-mengalami.html